Hukum Memajang Foto

📚 إعانة الطالبين 

مهمة [في بيان النظر المحرم والجائز وغير ذلك] يحرم على الرجل ولو شيخا هما تعمد نظر شيء من بدن أجنبية حرة أو أمة بلغت حدا تشتهى فيه ولو شوهاء أو عجوزا وعكسه خلافا للحاوي كالرافعي وإن نظر بغير شهوة أو مع أمن الفتنة على المعتمد لا في نحو مرآة

قوله: لا في نحو مرآة) أي لا يحرم نظره لها في نحو مرآة كماء وذلك لانه لم يرها فيها وإنما رأى مثالها. ويؤيده قولهم لو علق طلاقها برؤيتها لم يحنث برؤية خيالها والمرأة مثله فلا يحرم نظرها له في ذلك. قال في التحفة: ومحل ذلك، كما هو ظاهر، حيث لم يخش فتنة ولا شهوة. 
📚 الفتاوى المصرية 

والذى تدل عليه الأحاديث النبوية الشريفة التى رواها البخارى وغيره من أصحاب السنن وترددت فى كتب الفقه، أن التصوير الضوئى للإنسان والحيوان المعروف الآن والرسم كذلك لا بأس به، إذا خلت الصور والرسوم من مظاهر التعظيم ومظنة التكريم والعبادة وخلت كلذلك عن دوافع تحريك غريزة الجنس وإشاعة الفحشاء والتحريض على ارتكاب المحرمات. 
Melihat foto wanita sama dg melihat wanita dari cermin, karena kamera hanya menangkap cahaya kemudian merekamnya, sama halnya dg cermin.

Hal itu diperkuat dg pendapat Ulama tentang tidak tertalaknya org yg menggantungkan talaknya jika dia melihat istrinya dg hanya melihatnya dg cermin, krn itu hanya bayangan, bukan wujud aslinya.

Intinya

Boleh bagi Perempuan memajang Foto mereka di FB, Banner, dll, dg ketentuan sebagai berikut:

Tidak menarik pada kemaksiatan.

Tidak menimbulkan Syahwat dan Fitnah.

Jika ketentuan tersebut dilanggar maka hukum memajang fotonya menjadi haram, dan yg melihatnya juga berdosa.
Tapi itulah hukum

Kita harus juga memandang dari sisi Tasawwufnya, krn Fiqh dan Tasawwuf tidak boleh dipisahkan.
مالك بن أنس ، قال: من تفقه ولم يتصوف فقد تفسق، ومن تصوف ولم يتفقه فقد تزندق، ومن جمع بينهما فقد تحقق .

Berkata Imam Malik bin Anas:

“Barang siapa mempelajari ilmu fiqh tapi dia meninggalkan tasawwuf maka dia telah menjadi fasiq, dan barang siapa yg mempelajari tasawwuf tapi dia enggan dg fiqh maka dia telah murtad, dan barang siapa yg mengumpulkan keduanya maka dia berada pada kebenaran”
Ini menurut Ulama Tasawwuf, Habib Umar bin Hafidz:

Suatu saat beliau ceramah di Surabaya menerangkan tentang Sosmed, kemudian beliau berkata:

“HARAM bagi wanita memajang fotonya di Sosmed, sama saja mereka menjual diri mereka, mereka tidak sadar siapa diri

Mereka yang tersambung dengan RASULULLAH SAW, mereka rela memperlihatkan keindahan wajahnya demi dilihat oleh jutaan laki-laki”

Menangislah Syarifah dan Habib beserta ribuan org lainnya waktu itu.
Wallahu a’lam

Sedikit tambahan,
Fitrahnya wanita adalah suka dengan pujian dan sanjungan, apalagi di jaman ini, ramai sekali wanita2 yg berlomba memamerkan wajahnya, meskipun bilang “tak ada niat untuk dipuji”, lalu untuk apa pajangan foto itu???

***

Btw entah sejak kapan saya jadi berani mosting selpian di ig.wkwk semoga segera tobat

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s