18 Desember 2016 | Muslimah Academy Batch 17

Sebelum berkuda dan memanah dapet materi dulu di Muslimah Centre DT. Trus dibagiin wirid sughra yang ini. Di DT emang suka pake alma’tsurat nya Imam Syahid Hasan Al Banna untuk dzikir bersama nya. Jadi tiap ba’da ashar biasanya suka dzikir ini bareng2. Tapi ga sampe doa Rabithah, rabithah nya masing masing. Salah satu pemateri kemarin mengingatkan ke peserta untuk dzikir pagi dan petang ๐Ÿ™‚ ada baiknya baca alma’tsurat yang kubra

Baju aku mecing yak ama santrinya :p mereka ini masih SMP SMA tapi badannya tinggi tinggi. Kirain dah pada tua tua taunya masih anak sekolahan haha

Santri santri nya Aa sabar pisan ngajarin kami, saya yang suka lemot ini jadi terhura ๐Ÿ˜ฅ kulitku sampe menghitam disini saking panasnya kalo siang. Di Daarussunnah ini kalo malem dingin banget, dulu suka dipake acara kampus kalo lagi pengkaderan. Nah siangnya mantap pol panasnya

Kalo kuda yang aku naiki itu kuda lokal, lebih kecil tapi kuat jarang sakit. Kalo yang gede ini rentan sakit dan ga terlalu kuat karena kuda luar jadi butuh penyesuaian suhu di Ind. Jadi gede badan doang dia :p beda sama kuda lokal. Pahami karakter setiap kuda biar kita bisa menyesuaikan. Misal kuda pertama yang aku naiki itu lincah banget, jadi kita harus lebih sabar dan jaga emosi. Kuda yang kedua pendiam jadi kita harus lebih agresif. Karena kalo sama sama diam ya bisa bisa diam diaman aja kalian disana.haha setdah ini udah kayak memahami karakter patjar aja. Pusing. Jadi karaktermu teh naon? Walopun aku bukan dari jurusan psikologi aku usahain untuk bisa menyesuaikan :p

Ini sesi kedua pake panahan modern, lebih ringan dan enak. Di sesi pertama pake panahan tradisional yang lebih berat nariknya. Inget, panahan tradisional ga boleh ditarik kalo ga ada busurnya, bahaya bisa patah kayu panahnya dan kena muka

Kuda merupakan hewan yang sangat setia, sangat waspada dan insting nya tinggi. Jadi yang pertama kali dipelajari ketika berkuda adalah membangun kedekatan emosional.ea. Karena kalo udah nyambung sama si doi, kita bisa ngendaliin dari hati ke hati. Makanya ada santri yang udah bisa berkuda sambil memanah tanpa pegangan, bahkan kudanya berlari. Jadi semua butuh proses. Cara yang mudah adalah dengan mengelus ubun ubun kuda yang terletak diantara kedua matanya. Dalam hadist riwayat Bukhari juga disebutkan bahwa keberkahan ada pada ubun ubun kuda

Idealnya dengan 4 kali latihan sudah bisa berlari kudanya. Saya sendiri baru dua kali dengan keluar kandang. Karena ga semua peserta boleh keluar kandang. Jadi kalo pengen keluar kandang dengan track naik turun, diseriusin latihan yang didalam kandang

Tadi sempet dikasih tips juga bagaimana cara jatuh yang baik jika kuda berlari terlalu kencang. Jangan pernah berteriak karena dengan berteriak justru membuat kuda semakin kencang berlari. Caranya adalah dengan memeluk leher kuda niscaya kuda akan berhenti dengan sendirinya. Atau kalo masih juga berlari usahakan langsung turun dengan pijakan dua kaki. Memang ada baiknya langsung kesini, karena disini cuma spoiler teori doang.gkgk. Pun ketika akan turun, selain memeluk leher kuda disarankan mengucapkan terimakasih karena dia mengerti dengan omongan penunggangnya. Hindari juga berdiri dibelakang kuda karena tendangannya cukup kuat dibelakang. Jangan juga berdiri didepan walaupun tendangan depan tidak sekuat belakang. Yang aman adalah berdiri disamping kuda. MasyaAllah masih banyak adab yang harus dipelajari untuk berinteraksi dengan si dia

Tiba tiba saya teringat scene yang satu ini, fokus ke kudanya ya.wkwk. Bisa diliat kuda luar ukurannya lebih besar dari kuda lokal. Disitu juga sekilas diliatin sebelum naik ada baiknya pedekate dengan kudanya, selain di ubun ubun bisa juga mengelus ngeluas leher atasnya biar kudanya ngerasa kenal dengan pemiliknya. Dalam cerita Hannah Montana ini, si Hannah nya udah lama ga pulang ke desa jadi dia jarang main lagi sama kuda pribadinya. Karena udah lama ga kenal dan kudanya ngerasa asing jadi kabur dah si Blue Jins nya. Blue Jins nama kuda pribadinya. Jadi emang bener bener sabar membangun kedekatan emosional terlebih dahulu ๐Ÿ™‚

Hal tersulit dari berkuda adalah fokus mengendalikan kuda supaya tidak terkena resiko terjatuh, terseret, dan tertendang. Aku pikir begitu. Ternyata setelah dipikir pikir lagi bukan itu. Karena yang tersulit adalah tidak terkena resiko sombong karena merasa keren dan menghadirkan Nabi Muhammad dihati kita sambil shalawat ketika berkuda dan memanah. Aa pun berpesan biar ga terkena ujub karena merasa keren, yakinkan diri bahwa sesungguhnya yang keren itu bukan kita tapi kudanya 

Walopun saya belom lihai berenang, memanah dan berkuda, setidaknya dengan mencoba mengikuti sunnah Rasul yang satu ini bisa dengan mudah menumbuhkan kecintaan dan kerinduan yang dalam kepada Baginda kita Muhammad SAW ๐Ÿ™‚ Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘alaa ali sayyidina Muhammad

Selamat maulid Nabi 1438 H 

Konsekuensi dari mencintai adalah menaati terhadap yang dicintainya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s