lebih tuli aku

setelah berbulan-bulan sang kelinci tidak pernah ribut di rumah, dia sudah lama berpamitan kepada tuannya.
bukan karena sang tuan membencinya, tapi mengerti bahwa sang kelinci berhak memilih kebebasan hidupnya

dua makhluk ini sepakat. untuk mengerti apa yang diucapkan hanya dengan menggunakan bahasa isyarat. sang kelinci mengira tuannya tidak bisa mendengar, jadi didepan tuannya dia tidak pernah berbicara. pun naif dengan sang tuan yang mengira sang kelinci juga tidak bisa mendengar. selama bertemu adalah selama itu pula sang tuan memakai bahasa isyarat

sampai akhirnya sang tuan tahu bahwa sang kelinci bukanlah tuna rungu. sang kelinci berbicara dibelakang tuannya tentang rasa hidupnya. dia berbicara kepada tuannya seolah-olah sang tuan bisa mendengar. sayangnya di depan sang tuan dia berbicara tidak sesuai dengan mulutnya, bahasa isyarat tetap digunakan. dia terus berbicara keras sampai sang tuan menangis karena mengira tuannya tidak mungkin mendengar, kenapa sang kelinci berbohong? apa salah tuan?

tapi sampai hari ini sang tuan tidak pernah memberi tahu sang kelinci bahwa mereka sebenarnya bisa saling mendengar

kenapa tuan lakukan itu?

karena aku memahami untuk mendapatkan kebahagiaan hanya dengan membebaskan piaraan dari sangkarnya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s