2 desember 2014

image

gank kurang 1 cc kaka kedua teh santi

image

gambar asli perbesaran entah berapa kali

hari pertama seminar, aku dateng ga telat-telat banget a.k.a agak telat.hehe. pas masuk auditorium ternyata kaprodiku, Prof Ace lagi ngasi sambutan di sesi opening. beruntung masih bisa denger beliau ngomong karena Prof berpesan supaya dateng tepat waktu, bahkan memastikanku udah hadir apa belum via pesan. baik sekali kaprodiku ini. sangat baik kepada kami bertiga.
aku melihat 1 kursi kosong yang disebelah kirinya mahasiswa dari monash univ. dia langsung menyapaku dengan sapaan sederhana yang basi tapi aku bisa mengerti apa yang dia ucapkan. how are you? ya gue i’m fine-in aja sambil nanya balik dengan pertanyaan yang sama. kemudian menambahkan sesuatu ucapan setelahnya sorry i can’t speak english, watir weh bisi bule ini ngajak ngomong yang cas cis cus gue malah loading mending kasih kuda-kuda dari awal. dia yang gabisa bahasaku menanggapi dengan serius sambil tersenyum khas yang sangat ramah of course you can! | No i can’t. aku memastikan dia mendengar ucapanku dengan can’t (kan) bukan ucapan can (ken) tapi dia semakin meyakiniku dengan ucapan yg simple. Of course you can..yes you can speak english! *sambil tersenyum tea
Okey thx, aku meng oke kan saja dan akhirnya luluh hati mulai menanyakan namanya *ea pdkt. I’m Scu *kedengeran aku Scu dong namanya, kemudian meminta dia untuk spelling di atas kertasnya. ternyata Stu ._. akupun menuliskan nida sesuai permintaannya dengan pertanyaan yang sama dikertasku. kemudian dia salin namaku tepat di bawah namanya, ya dikertasnya tadi, mungkin orang sana kalo kenalan harus ditulis biar menghargai kali ya atau biar ga lufa. oh tidak namaku jangan dideket-deketin dengan namamu, bukan mahram!haha
diluar prediksi ternyata komunikasi kami malah berlanjut seolah-olah akunya udah hapal seluruh mufrodat di kamus inggris. sampe di akhir seminar dia memberi pesan padaku untuk terus latihan berbicara walaupun sekedar hi and hello.haha yakali hai dan halo. dan menegaskanku menurut pandangannya ‘kamu itu tidak malu kalo berbicara padaku, itu hanya perasaanmu saja. jadi bicara saja seperti ini’ wah gitu ya, padahal aku udah bilang, aku pemalu kalo berbicara dengan orang yang baru diliat, belum lagi kalo harus berbahasa planet seberang. ternyata kalo udah ngomong, dia tidak menganggapku pemalu seperti yang kukira, dia melihatku seperti berbicara kepada orang yang sudah dikenal sebelumnya. ah elu bule mentang-mentang dari fakultas seni gombalnya oke juga. ya.. di seminar ini hanya orang-orang sosial yang hadir, macam departemen sejarah, antropologi, pengembangan kurikulum, education, art, apalagi ya? lupa. yang jelas tidak ada orang eksak disini.yeah! karena barusan seluruh peserta tertawa ketika panelis menanyakan, adakah mahasiswa dari jurusan matematika disini? no i’m not! wakaka. aku tau aku tidak menyukai matematika karena sebegimanapun aku belajar tetep aja ga berkembang 😀 i hate math! Math is dead! RIP for math! haha sabar neng, naha jadi curcol kitu.aikamuh
yang bikin males ketika berkomunikasi dengan bule adalah biasanya ia mengulurkan tangan untuk bersalaman. seorang Stu ternyata tidak, dan aku sangat beruntung. padahal ada perempuan berkerudung yang mengulurkan tangan bersalaman dengannya. entahlah hal kecil seperti ini jujur sangat mengerikan bagiku yang sok idealis. sepertinya dia tidak mempermasalahkan kelakuanku yang tidak mengulurkan tangan untuk bersalaman. sebagai gantinya aku merespon dengan ekspresi ala pemain film ketika berbicara padanya, aku tidak menyuekinya sama sekali. mungkin itu bisa jadi pilihan yang bijak, menurutku

image

di seminar internasional ini membahas tentang curriculum change in the post Suharto era. menghadirkan 3 narasumber yang cukup menarik. dan diaduk-aduk lah itu bahasan tentang kurikulum di indonesia macam ular berkelok-kelok mencari mangsa. kurikulum yang bikin murid dan guru berpusing-pusing ria khususnya K13 sekarang. sebenernya gausah lebai si ama kurikulum di indonesia. okein aja itu yang ngeSKin kurikulum, bahkan kalo berubah lagi gausah lebai nanggepinnya, insyaAllah dengan modifikasi dari guru yang bersangkutan proses KBM bisa terasa seperti belajar yang ga harus nurut aturan baku dari K13. heheu tapi iya ini serius, kan yang jadi guru siapa? kita masing-masing kan, ambil yang tepat saja sesuai dengan kebutuhan peserta didik, gaperlu semua-muanya diadopsi kalo ternyata ga sesuai dengan kebutuhan peserta didik. ini hanya opini gue si, jadi dengan begitu guru dan murid tetep enjoy dalam mematuhi aturan K13

sepertinya aku mulai miopi deh karena bisa dipastikan selama seminar aku ga ngerasa ngantuk sama sekali tapi layar yang cukup jauh mulai buram. argh padahal dari seluruh anggota keluargaku yang paling menjaga mata kalo membaca adalah aku, yang lain udah make kacamata semua. aku takut banget minus, bahkan saking menjaganya biar ga pake kacamata, make leptop pun aku beli kacamata di optik bergaransi khusus untuk anti radiasi. kalo akhirnya berkacamata seperti adik-adikku ya apa boleh buat, sangatlah wajar karena kedua orang tuaku sudah lama minusnya. tapiii aku gamau ngecek ke optik dalam waktu dekat karena bisa dipastikan di miopi in sama tukang optiknya. tunggu kalo udah bener2 kabur aja, karena untuk sekarang masih cukup jelas membaca untuk jarak dekat.hehe

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s