kereta api 2

hehe batal ngasi spoilernya

suatu hari nanti, sepertinya aku gabakal ngajarin anak-anakku bagaimana caranya menyanyikan lirik lagu naik kereta api, karena orang tua ku gapernah mengajari itu. masih mending mereka denger shohar

aku…gapernah mau tau darimana sumber lagu itu bisa terhafalkan dari dulu sampe sekarang. peratiin aja liriknya, aku seperti kena kutuk dengan lagu itu. “naik kereta api..tut..tut..siiiapa hendak turut..ke bandung surabayaa’ dan beneran seumur hidup aku baru naik kereta api hanya dengan rute pp bandung surabaya.

..memory otak lagi nge rewind..

malem itu di kereta api (apa namanya lupa ey) bersama rombongan puskomda balik ke bandung. aku duduk bareng 5 akhwat yang lain. pertama kalinya naik kereta api pake kelas ekonomi berhubung pengiritan biaya. soalnya kata risma kereta untuk kelas ekonomi sekarang lebih manusiawi, ada ac dan ga akan ada ayam serta hewan-hewan yang lain, jadi nyampenya sama aja. akuma percaya aja dia bilang gitu, karena yang namanya menjalani kehidupan memang harus dimulai dari bawah dulu.hehe ya sebut aja untuk menaiki kereta api ini dimulai dari kelas ekonomi. dan ternyata….tempat duduknya masih 90º sama seperti pemberangkatan awal dari bandung-surabaya, benar-benar ukuran siku-siku yang sangat tepat. untuk urusan tempat duduk ternyata para akhawat pada ngetag pengen deket jendela, sebenernya aku juga pingin bingit didikit jindili. tapi biar ga bikin ribut di kereta aku coba ngalah buat duduk paling pinggir *heu sok dewasa gue. posisinya sudah rapi untuk para akhawat 3 orang yang duduk berhadap-hadapan. lumayan pegel ternyata karena ga biasa perjalanan jauh dengan sudut kursi yang siku-sikunya minta ampun, tapi aku tetep coba nikmati perjalanan sambil diskusi bareng akhawat yang lain. sekitar tengah malem semua orang udah pada sepi karena udah mulai ngangguk-ngangguk kepalanya, yang namanya mulai ngantuk gak mungkin menggeleng-gelengkan kepalanya. sama lah mataku udah berat banget, mau tidur agak was-was karena akhawat yang lain udah pada tidur khawatir ada apa-apa kalo semuanya tidur. jadinya kayak tidur ayam, sampe akhirnya aku menyadari kalo badanku udah di lantai dengan bunyi gedebuk yang cukup keras. kerasa sakit lututku karena dia yang duluan jatuh. butuh beberapa detik buat menyadari kalo barusan aku jatoh dari kursi kereta api. rasanya bagaimana? kalo ada kekuatan power ranger aku ingin menghilang seketika dari kereta itu. sakitnya mah ga masalah, tapi malunya sepanjang hayat. kursinya ga ada penyangga untuk tangan jadi peluang untuk terjatuhnya benar-benar sangat besar. yang bikin malu itu karena diketawain satu gerbong termasuk rombongan ikhwan. sampe hari ini masih kerasa aja malunya 😐 ada temenku yang kebangun langsung membantuku untuk kembali menaiki kursi panas tadi dan memberi kesempatan buat duduk di deket jendela, akhirnya semua pada terbangun dan ketawa sampe 10 menitan ga berenti-berenti, karena cerita jatuhnya aku di ulang-ulang. yampun haruskah gue jatoh dulu biar bisa duduk dideket jendela?? dunia ini sedang menunjukkan ketidakadilannya 😀 mereka masih tertawa sambil mencari topik lain dengan susah payah, “nid tau ga waktu kamu jatuh tadi, aku kaget banget kirain bunyi barang jatoh dari atas, ternyata kamu.haha, si indra mau nolongin tadi tapi gajadi karena dia malah ketawa dan pura-pura ga liat gitu sambil ngeliatin jendela, untung aku kebangun” dan mereka tertawa sepanjangan. selang 10 menit tertawa mereka reda kemudian aku agak berteriak kecil. “rismaaaa..gue malu…gimana ini gue maluuu, tolongiiin..” dan mereka tertawa lagi. risma yang seorang psikolog (aamiin) sedikit memberi doktrin “tenang aja nid orang-orang di gerbong ini ga kenal kamu kok paling si indra saepul” dan mereka ketawa lagi.

dari situ aku nyumpahin diri sendiri, semoga suatu saat nanti bisa naik kereta api kelas bisnis, kalo perlu yang eksekutif sekalian. aamiin. masih kata risma juga nih, katanya di kelas bisnis atau eksekutif kursinya lebih nyaman, dan akhirnya aku memasang tampang ngarep biar salah satu impian itu tercapai.

risma: “mulai deh si nida norak kalo naik kereta api

Iklan

3 pemikiran pada “kereta api 2

  1. harusnya Bandung-Surabaya gratis lho,, kan kata lagunya juga “naik kereta api..tut..tut..siiiapa hendak turut..ke bandung surabayaa, Bolehlah naik dengan PERCUMA, keretaku tak berhenti lama.” haha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s