lebih ingat aku

kenapa harus dengan kelinci?

guru mantiq ku berkata “manusia adalah hewan yang berakal dan berbicara” begitu kaidahnya. entahlah aku tetap pilih kelinci walaupun aku tau bisa sakit karena berdekatan dengannya. bulunya yang lebih mudah rontok daripada bulu kucing bisa memancing asmaku yang mulai hilang dengan pasti. tapi mau gimana lagi, Tuhan yang beri rasa hanya untuk kelinci. aku coba menyukai yang lain herannya tetap tidak bisa. aku hampir gila? iya betul…aku vampir gila..eh hampir maksudku
beberapa kali ada yang memberiku selain kelinci, aku selalu cari alasan yang baik untuk mengalihkan. cukup berhasil.
pertanyaannya: kapan aku diperbolehkan memiliki kelinci? ketika aku mati? tidak, setidaknya ketika diberi kesempatan terakhir dalam 1 hari itu sudah disebut memiliki, karena kalau bukan kamu dulu yang pergi, berarti aku dulu yang pasti
pertanyaan kedua: alasan baik apa lagi untuk mengalihkan pemberian selain kelinci? tidak ada alasan lain, masih itu-itu saja alasanku. untungnya aku belum dianggap sombong oleh mereka tapi aku tau, aku sudah sombong kepada mereka.
pertanyaan ketiga: kapan Tuhan mencabut rasa hanya untuk kelinci ini? untuk yang ini adalah benar-benar pertanyaan, aku tidak mau menjawab sendiri karena aku tidak ingin ada yang hilang dari rasa pemberian Tuhan. dan sialnya aku kembali menjawab sendiri pertanyaanku.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s