a a a a a a

annida bukan arinda anida aninda apalagi adinda
UL bukan ui
Fithriyah bukan fitria fitriah fitriya apalagi pitriyah
suka mikir sih kenapa aku bisa dapet nama panjang dengan ejaan yang tidak biasa. jadi jangan salahkan kalo orang-orang jadi suka ribet nulis/ngebacanya.
jangan salahin aku juga kalo suka protes ke yang suka salah nulis/ngebaca namaku.hehe karena di akta kelahiran begitu adanya

kalo kenalan yang harus nyebutin nama panjang, kebanyakan dari beberapa orang suka nanya kenapa dibelakangnya ada nama fitri, apa karena lahir di waktu ‘idul fitri? dan kenapa ga dipanggil fitri? hehe lahirnya emang di waktu hari raya umat islam, tapi bukan diwaktu lebaran, di hari jumat bulan juni yang tidak bertepatan dengan 1 syawal. fithriyah disini bisa di lihat artinya pada QS Ar-Ruum: 30 🙂

Ustadz Mochamad Ihsan Ufiq sedikit menjelaskan bagaimana jabatan namaku dalam bahasa arab yang ber-arti panggilan suci ini, karena pada suatu hari aku bingung kenapa annida yang berstatus mudzakar, fithriyah nya malah mu’annats

kata beliau via pm fb

dalam bahasa Arab di sebut المرأة حامل bukan حاملة karena sifat hamil dikembalikan pada jenis perempuannya bukan kata mar’ah nya. sama kaya nama sampean An Nida, ini nama sampean asli lalu alfitriyyah disini adalah sifat jenis perempuan sampean bukan sifat atas kata al nida’ nya. jadi kesimpulannya النداء الفطرية BENAR. Terimakasih saja ke orang tua dengan pemberian nama yang bagus ini. supaya teman teman sampean yang menyalahkan itu tidak menyalahkan lagi, ini dalil kata al qurannya بلدة ميتا seharusnya بلدة ميتة penjelasannya kenapa ميتا sifat laki laki padahal بلدة itu Cewek?

karena pensifatan ميتا ini kembali pada bentuk asal بلدة. Apa bentuk asal بلدة؟ yaitu مكان sehingga benar

MasyaAllah [padahal loading dg penjelasan beliau]

saya diberi nama oleh temen Abi, namanya ustadz Abdul Hakim. Akhirnya tanggal 7 april 2017 saya bertemu dengan beliau :’) hari tersebut juga menjadi hari lamaran saya dengan anak laki-laki beliau yang kedua. Jadi jangan heran kalo nama calon saya ada yang mirip. Sama sama ada UL nya.wahaha qoplaq. Terakhir saya ketemu dengan calon saya waktu TK di lampung. Qodarullah, ketika sudah dewasa saya dipertemukan kembali dengan anak laki laki nya 🙂 semoga proses pernikahan kami di tanggal 21 syawal 1438 H nanti dilimpahi keberkahan oleh Allah SWT disaat senang dan sedih

Yang diatas tadi sekilas tentang saya, ehehe selain itu

Dalam madzhab ‘aqidah saya mengikuti ajarannya Imam Abu Hasan Al Asy’ari aka Asya’irah aka Asy’ariyyah, Imam ahl al sunnah wal jama’ah. Jadi ketika saya ditanya Dimana Allah? Jawaban saya adalah Allah ada tanpa tempat, tanpa arah dan tanpa ukuran. Pun begitu juga jika ada pertanyaan, Apakah orang tua Nabi Muhammad berada di surga atau di neraka? Jawaban saya adalah meyakini orang tua Nabi Muhammad ada di surga. Bisa liat juga videonya Habib Riziq yang seorang aswaja asy’ari 🙂

Dalam madzhab fiqih saya mengikuti ulama Syafi’iyah seperti Al ‘Allamah Al Habib Umar bin Hafizh (Tarim, Yaman), Al Habib Zain Al Abidin Al Jufri (Mesir), Al Habib Ali Zaenal Abidin (Malaysia), Adapun yang di Indonesia seperti Al Habib Riziq Syihab (FPI), Al Habib Salim Segaf Al Jufri (PKS), Al Habib Nabil Al Musawa (PKS/ Majelis Rasulullah) Buya Yahya (Al Bahjah Cirebon), Ustadz Muhammad Idrus Ramli (Nahdhatul ‘Ulama) Ustadz Abdul Shomad, Ustadz Adi Hidayat, dll yang insyaAllah sesuai dengan madzhab fiqih Imam Muhammad ibn Idris Asy Syafi’i. Beberapa referensi tentang madzhab mereka saya temukan di themuslim500.com  Kenapa saya mengikuti ulama? Karena saya bukanlah seorang mujtahid mutlak yang mampu langsung menafsirkan Al Quran dan Hadist. Untuk menjadi mujtahid mutlak ada 7 syarat nya dalam kitab An Nushus Al Islamiyah fi Ar-Ra’d ‘alaa Madzhab Al Wahabiyah (dalil membantah pemikiran wahabi). Bagi siapa saja yang tidak mampu untuk melakukan ijtihad mutlak, maka wajib baginya mengikuti seseorang yang mampu melakukannya.

Perihal tazkiyatun nafs saya belum tertarik mengikuti tarekat apapun tapi sangat menyukai ilmu nya Aa Gym, adapun ulama lainnya juga banyak seperti membaca buku karyanya Syaikh Mutawalli Asy Sya’rawi atau menyimak videonya Muhammad Sa’id Ramadhan Al Buthi, semuanya insyaAllah berdasarkan Al Quran dan As Sunnah sehingga bisa mewaspadai ajaran yang tidak diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw. Karena sesungguhnya suri tauladan yang paling baik ada dalam diri Nabi Muhammad Saw. Saya juga suka dengan jalan hidupnya putri Nabi Muhammad, Sayyidah Fathimah Az Zahra Al Batuul. Walopun sampe hari ini, gua kaga ada mirip miripnya dengan Sayyidah Fathimah seupil pun.hiks

Terakhir sebenernya saya ini suka nonton bola, nonton pilm, maen game dan jogging di stadion kampus.ops

Begitulah sekilas kealayan saya

Iklan

3 pemikiran pada “a a a a a a

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s