[?]

dengan benar aku mengganti selang oksigen yang baru, kemudian kembali bernapas dengan cukup baik walaupun batuk masih terdengar sangat buruk. aku menyadari asmaku sedang kambuh. kalo udah begini kemungkinan terburuk bisa terjadi semuanya. setelah itu suasana berubah menjadi; aku lihat adik bungsuku yang herannya terlihat masih kelas 2 SD padahal hari ini dia sudah duduk di kelas 3 SMP. dia sedang bermain dengan teman sebayanya dan aku tahu seperti biasa orangtuanya tidak sering menemani karena sibuk bekerja. ah iya mereka orang tuaku yang juga jarang bersamaku. karena sibungsu melihatku dari kejauhan dia lepaskan tangan temannya dan segera berlari ke arahku sambil memelukku dan berkata kalo dia kangen padaku. kemudian aku berkata, maafkan aku yang tidak bisa menemani masa-masa kecil di sekolahnya karena sudah hampir 5 tahunan di bandung. aku menangis sejadi-jadinya karena ada rasa sesal yang seharusnya tidak perlu disesali. disaat bersamaan aku mendengar dengan jelas suara ustadz Hannan Attaqi sedang tilawah. dari situ aku baru bener-bener sadar kalo ternyata aku tertidur setelah membaca bahan kuliah. perjalanan pp bandung-purwakarta kemaren cukup membuatku tepar, ya biasanya suka tertidur di perjalanan tapi untuk kali ini aku benar-benar tidak bisa tidur selama perjalanan. jadi rasa capek nya mau ga mau harus dijamak takhir. siang tadi mendekati waktu jumat aku tertidur se-jam-an, sudah hampir jam 11 siang dan suara ustadz Hannan masih terdengar dari DT. seperti biasa kalo mau jumatan, DT mengirimkan suara indahnya via toa ke berbagai arah. syukurlah arah kosanku terkena aliran suara dari toa DT. bisa juga ternyata suara ustadz Hannan masuk kedalam mimpiku. udah bangunpun aku masih menangis karena mimpi bertemu dengan sibungsu dalam keadaan yang cukup menyedihkan, membingungkan, bahkan sampai mengeluarkan suara tangisan dan air mata. untung ga didenger sama yang lain. entah itu mimpi buruk atau bukan karena aku bisa lega luar biasa karena benar-benar sedang tidak mengganti selang oksigen. Aku coba menarik nafas dengan segera dan alhamdulillah nafasku baik-baik saja ga kambuh seperti di mimpi tadi. sekitar 1,5 tahun aku pastikan asmaku udah ga pernah kambuh lagi. itupun di maintenance dengan cukup serius dan semangat.  seperti ada rasa hutang karena aku pernah berjanji kepada diri sendiri akan menulis tentang asma disini. kalo udah berani mengakui pernah punya asma dari kecil berarti harus berani menulis pengalaman bagaimana tahap penyembuhannya, entahlah semoga masih sempat dituliskan. jadi tentang mimpi tadi aku pun bingung memberi kategori termasuk mimpi buruk atau indah, jadi tidak bisa memberikan adab yang pasti apakah harus menceritakannya ke orang lain atau harus ta’awudz dst. bingung? Karena bingung aku masih mendengarkan lantunan suara ustadz Hannan dari DT, sampai aku benar-benar tidak menangis lagi. Bahkan sampe kepikiran langsung pengen minta file murottalnya ustadz Hannan entah ke siapa. Tapi aku masih punya Syaikh Sa’ad Al Ghamidi yang masih bertahan di playlist mp3.hehe susah move on ternyata. Dan akhir dari tulisan ini seharusnya apa [?]

Iklan

4 pemikiran pada “[?]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s