ketika perempuan takut imam

iyak pagi ini disela-sela persiapan Malam Muhasabah Akhir Zaman @Pusdai ada aja peluangku untuk corat-coret disini..

shubuh tadi seperti biasa para penghuni kosan melakukan shalat berjama’ah, shalat berjama’ah dikosan ini pada dasarnya kami lakukan ketika terjadi 2 hal:

1. ada orang yang mau ngajak untuk shalat babarengan (dalam hal ini berlaku minimal untuk 2 orang)

2. para penghuni kosan tidak dalam keadaan haidh (yaeyalah).

masalahnya sob, karena dikosan ini tidak ada makhluk sejenis adam disebabkan kami yang turunan hawa ini masih berstatus belum menikah maka konklusinya adalah kita-kita para perempuan kudu jadi imam, terutama shalat yang harus dijelaskan suaranya seperti shubuh, maghrib dan isya. dan pada dasarnya lagi kami perempuan yang ada disini enggan untuk menjadi imam, entahlah alasan kami untuk enggan menjadi imam aku juga kurang ngerti padahal ketika akhirnya menjadi imam, ya shalat tetaplah terasa seperti beribadah kepada Allah, apa mungkin malu dalam melafadzkan/ menyuarakannya? jadi ya udinlah aku juga ga bisa menjawabnya. dan tentu rumus yang paling jitu adalah membuat jadwalnya di kosan, sedikit bocoran aku kena jadwal pada hari jum’at, ah bagiku indah sekali bisa memeluk hari jumat (ga nyambung), #alkahfi modeon. yah setidaknya disinilah hari kelahiranku dan aku inginkan kematianku

tapi kemudian bisa muncul tantangan baru, ketika ada jadwalnya si fulanah tapi dia sedang dalam keadaan haidh, maka tau kah kau apa jurus jitu selanjutnya?

hompimpah alayhhum gambreng, nek ijah pake baju rombeng

oke sedikit bocoran lagi, ini adalah hal yang sangat ampun bagiku ketika hanya 2 orang yang akan berjama’ah kemudian kami harus suit batu kertas gunting, aku cukup bingung dengan salah 1 temanku yang setiap aku suit dengan dia aku selalu kalah kalo pake sistem batu kertas gunting, seperti tadi malem mau shalat isya, aku kalah lagi dan akhirnya temanku itu membocorkan rahasianya yang aku sendiri pun ga nyadar (aku pikir sedikit bego itu ternyata menyakitkan)

kurang lebih seperti ini percakapannya, karena aku tidak bisa mengopas dengan oke

Risa: “Kamu itu kalo suit pasti ngeluarin batu, makanya aku selalu menang, jadi mulai hari ini kita fear, karena aku udah tau kamu ngeluarin batu”

Nida: “hahaha” aku skak mat (gue ga abis pikir ternyata ada saraf bego yang nyantol di otakku)

tapi kalo begini jadinya aku bakal ngeluarin kertas atau gunting, jadi ya  peluangku untuk menang hanya 1:1000 -____-

ah tapi aku pikir setidaknya aku mampu menyelesaikan skripsi di tahun ini untuk menyelesaikan studiku dari tahun 2009 *eh maap

kemudian aku berpikir lagi ternyata dimana ada kecerdasan disitu juga ada kebegoan

dan kami berharap semoga ada imam sungguhan yang taat kepada Allah untuk segera mengimami kami *eaa ngasi kode-kode itu emang nyebelin

karena aku muak dengan sistem hompimpah ini, ga kebayang dan ga mungkin kan kamu bakal hompimpah dengan imam sungguhan mu? 😀

cc @zizanura @Risa_is

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s