prasidang

bismillah,

setelah kami bertempur berburu tanda tangan dosen lewat alibi bimbingan kali ini aku bersama teman-teman sejawat sedang musim-musimnya prasidang, ya di UPI hanya segelintir jurusan yang punya sistem prasidang, semacam sidang beneran tapi bukan pula sidang pura-pura, selain jurusan pendidikan bahasa arab yang memiliki sistem prasidang ada juga jurusan fisika, mereka menyebutnya tela’ah skripsi sebelum sidang asli digelar *cmiiw. bagiku prasidang sangat bermanfaat karena kita akan melihat bagaimana gambaran sidang di hari H, memperkecil kesalahan-kesalahan yang ada di skripsi, dan membangun mental baja pastinya *yak mari mencintai istilah revisi. tapi disisi lain, itu cukup menambah degupan jantungku sehingga terdengar istilah *ya ampun aku deg-degan, padahal mah jantungku udah deg-degan dari sananya.

teman-teman diangkatan 09 yang sedang mengejar sidang oktober bulan ini kira-kira ada belasan orang, dan ada 1 orang dari angkatan 08 yang akan ikut serta. entah sejak kapan kami mulai membangun rasa solider sehingga mengakibatkan dalam keadaan apapun kami saling menyemangati, walau harakah beda tetap satu jua. *ya di jurusan kami memiliki ‘bendera’ yang sangat beragam, ormas yang bermacam-macam tapi untuk urusan kelulusan angkatan tiada duanya, kalo dikelas suka adu argumen, debat mendebat seputar keislaman sampe adu urat itu udah biasa, tapi kalo udah keluar kelas kita bak pemain band *netral 😀

jadi bentuk solider kali ini, kami nungguin temen perempuan yang lagi prasidang *jadwal prasidang kami berbeda-beda, tergantung bisanya sang dosen penguji. kami biasa nongkrong didepan kantor jurusan lantai 2 FPBS UPI, kalo si aku mah alhamdulillah udah prasidang hari kamis kemaren, makasi yaAllah Engkau mempermudah proses prasidangku, padahal malemnya aku asik begadang ama temen buat proposal akhir zaman. percayalah dengan hadirnya teman-teman yang menunggui kita ketika prasidang itu, macam ada kekuatan yang bisa membuat kita berubah menjadi power ranger [?]

dan dipanggil lah teman kami itu menuju ruangan operasi 😀 ya aku menyebutnya ruangan operasi karena kami seperti keluarga pasien yang sedang menunggu pasien yang akan dibedah-dibedah otaknya untuk menjawab hasil skripsinya. dan kami setia menunggu sampai dia keluar dari ruang operasi dengan keadaan sehat. kitapun ikut was-was ngeliat ruangan yang dijadikan ajang bedah skripsi itu padahal kebanyakan dari kita udah beres prasidangnya *cieh mungkin bener juga istilah ada 1 tubuh yang was-was maka yang lain ikutan was-was. aku melihat pintu ruangan itu benar-benar seperti ruangan operasi sayangnya tidak ada lampu merah yang menandakan kapan bedah skripsi akan berakhir. dan ketika kami menunggu teman yang lagi prasidang datanglah adik tingkat ikhwan namanya Hilman angkatan ’10, ya dia ikhwan karena kami jurusan bahasa arab jadi terbiasa menyebut ikhwan akhwat, ceritanya dia akan menemui dosen untuk suatu urusan kemudian meminta pendapat ke kami yang para akhwat apakah dengan style yang dikenakannya sekarang pantas untuk bertemu dengan Pa Zaka, dosen yang mengajari mata kuliah nahwu, mata kuliah madzhab-madzhab, etc. karena stylenya cukup kece ampun, sepatu quicksilper, celana jeans lepi’s *sunda modeon. dan jaket yang terlihat kepemudaan. melihat style nya yang begitu aku hanya komen ‘Man gue suka gaya lo tapi gue gatau Pa Zaka suka gaya lo atau ga 😀 tapi coba aja dulu, da ga akan kena marah’ pikirku paling masuk reality show The Comment’ akhirnya dia memberanikan diri menemui dosen dengan style gahulnya itu, ya karena kami kependidikan otomatis ada sebagian aturan dari dosen boleh masuk kelas dengan celana bahan, kalo jeans silahkan pulang dulu, kasian sekali ya tapi da kumaha deui kata dosen kalo mau jadi guru style juga dibenerin masak ngajar tapi rambut gondrong —

dan kemudian sang dosen yang menguji temanku keluar, spontan mata kami tertuju padanya dan menanti kehadiran makhluk yang kedua *temanku tadi. tapi lewat 10 menit temenku itu ga keluar dan dosennya pun ga balik-balik *yaudah kita diemin, sampe akhirnya dia sms ke temenku yang dibaca rame-rame, inti dari sms itu dia menanyakan bapak nya kemana ya kok lama banget baliknya? aku pikir kalo kita ganti sang dosen menjadi dokter, dan temanku yang sedang dibedah itu ditinggal 10 menit kemudian sms minta tolong kemana ini dokter kok ninggalin pasien asa gimanaaa gitu, bisa mati pelan-pelan *efek lebay dipelihara. dan sejurus kemudian  sang dosen penguji kembali keruangan melanjutkan bedah dan jahitan ke pasien. ketika proses menunggui pasien tetiba si Hilman dateng lagi dan ikutan nongkrong bersama kami, bedanya kami dengan Hilman adalah..jelas kami nungguin temen yang lagi prasidang tapi dia nungguin pacarnya yang sejurusan *etdah kita2 yang 09 kalah selangkah untuk urusan pendamping idup :p dan disela-disela menunggu Hilman pun memberi komentar kepada salah satu teman akhwatku, dia heran kenapa kalo manggil temenku itu dianya suka didiemin intinya temenku ini suka ga sadar kalo dipanggil sama Hilman, kayak orang linglung gitu dan itu terjadi lebih dari 15 kali katanya *sadis. jadi kami pun sepakat untuk membuat hal ini menjadi suatu permasalahan dengan judul skripsi seperti ini ‘Pengaruh Skripsi Terhadap Psikologi Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab’ oke ga tuh permasalahan 😀

dan sampe akhirnya prasidang selesai dan alhamdulillah temenku masih hidup, jadi apakah anda (nida) siap dengan sidang bulan ini? H-19

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s