bimbingan ala 2 dospem

bismillaahirrahmaanirrahiim…

kali ini aku ingin mengawali recokan tulisan ini tentang bagaimana dua orang dospemku yang unik menyampaikan maksudnya, entahlah mungkin karena jelas mereka seorang yang ahli tata bahasa terkadang membuatku rumit memahami ucapan mereka, bahkan melebihi kerumitan rumus2 matematik atau macam pelajaran eksak yang lain.  sedikit ingin mengungkapkan saja, sebenarnya ada bagian tubuhku yang masih belum sadar semua dengan sepenuhnya ketika dua dospemku dengan rela ikhlas menandatangani lembar pengesahan sebagai syarat bahwa skripsiku di acc untuk sidang oktober ini (semoga Allah mudahkan pula teman2 yang masih ‘berburu tandatangan dosen’ maupun yang masih menyelesaikan skripsinya). dospemku berpesan bahwa beliau mah gampang tinggal menandatangani, tapi pertanggung jawabannya yang berat kalo seenaknya ngasih tandatangan makanya dalam bimbingan yang ke 9 ini baru skripsiku di acc.

ini ada kejadian yang mungkin sedikit lucu. ketika dospem 2 mengujiku untuk membaca arab gundul, beliau selalu mengaitkannya dengan ‘kekasih, pacar, suami atau apapun itu istilahnya’. gimana aku ga keblinger, beliau menerangkan kaidah nahwu shorof tapi dibadalkan dengan istilah yang begituan jadi dalam menerangkan satu maksud beliau mampu menyampaikannya dengan dua arti, contohnya begini.. ketika aku sedang membaca arab gundul ada huruf jar yang mengakibatkan kata sesudahnya dan sesudahnya lagi di majrurkan, tapi aku hilap, ga sengaja aku menashabkan kata yang kedua, simpelnya begini, kata yang pertama aku betul membacanya dengan tanda kasroh tapi ada kata yang kedua malah aku baca dengan tanda fathah, secara nahwu dospem langsung berdehem dengan cukup keras tapi tidak menakutkan, beliau berdehem sebagai tanda bahwa aku salah mengucapkannya, dan untungnya aku langsung reflek menyadarinya, ‘eh iya Pa ini dimajrurkan,heheh’ *ya sambil pasang cengiran kuda gitu. tiba-tiba beliau langsung melogikannya dengan unik, kurang lebih beliau berkata seperti ini ‘gini nida, nida kan sekarang tinggal di bandung… pasti pernah ketemu dengan lelaki di bandung kan.. nanti kalo udah lulus terus pulang ke palembang dan ketemu dengan lelaki yang di palembang, nida harus melupakan lelaki yang ada di bandung, jadi kalo ada bacaan sesudahnya yang harus di majrurkan ya jangan coba-coba dinashabkan, harus ajeg dengan perasaannya’ walaaaaaah…ya ampun aku ga ngerti dong..asli demi Allah aku ga ngerti waktu itu.. ‘Pa saya ga ngerti apa hubungan bacaan majrur  disini dengan lelaki itu, dan orang tua saya belum menyuruh saya pulang ke palembang kalo udah lulus ’ :p saya coba balikin opini supaya beliau ga membahas  hal yang begituan lagi  *dan dospemku tidak pernah menjelaskan maksudnya , beliau hanya ketawa-ketiwi dan menyuruhku melanjutkan bacaan di paragraf 4 pada ucapan terimakasih. dan ini bukan 1, 2 kali beliau mengajariku dengan perumpamaan seperti ini. ini pun terjadi juga dengan dospem 1 Pa Prof yang sebelumnya pernah aku ceritakan di wordpress ini.heheh. kejadiannya tepat kemaren pagi sebelum beliau meng acc skripsiku, ketika diakhir bimbingan aku meminta sesuatu ‘Pa doain saya juga ya Pa, itu Pa..jodoh…jodoh’ dan ngapa pula kali ini aku yang mancing, kemudian Pa Prof bekata kurang lebih seperti ini ‘udah ada belum calonnya?’ *terpaksa memperlihatkan senyum paksa  ‘bukannya kemaren kamu lagi jalan sama cowok, itu kan calonnya?’ *naon deui yeuh -_-! ‘haah Bapak liat siapa? yakin Pa itu muka saya? Bapak salah orang kali pa?’ *saya mencoba mengingat ngingat sama siaapaa saya pernah berjalan dengan lelaki yang dimaksud. Pa Prof> ’ya kalo bener juga gapapa kan, karena jodoh itu awalnya bareng-bareng nanti makin sering barengnya, Bapak juga dulu gitu’  *hadeeeuh ya salaaam aku ini sebenernya lagi bimbingan skripsi atau lagi apaaaa.. sampai akhirnya ternyata dospem itu hanya bercanda, ngeri kali lah dosen sekarang cara becandanya

ya sepertinya secara tersirat mereka tidak menginginkan kita lulus dengan cara lolos dengan begitu mudahnya dan tidak pula ingin menyusahkan peserta didiknya untuk segera lulus, terbukti dengan cara menyampaikan maksudnya aku harus serta merta menangkap saripati hikmah yang sedetik datang, sedetik pula bisa hilang, aku baru beranggapan “ceuk saha lulus di upi teh gampang? ceuk saha?” aku juga tidak terlalu berambisius untuk begitu ingin cepat-cepat sidang tapi manusiawilah aku pikir aku punya tanggung jawab moral, kalo punya aktififtas segudang ini itu di luar sana berarti untuk urusan perkuliahan tentu tidak bisa ditolerir dalam penyelesaiannya karena sejatinya kuliah adalah amanah orang tua yang paling utama, mereka sudah menitipkannya dari awal kepada kita dengan harapan ini itu, aku berstatement seperti ini karena sedang dalam penyelesaian studi di tingkat akhir, mana mungkin aku akan menuliskan hal seperti ini ketika aku masih tingkat satu apalagi sudah berkeluarga, kurang tepatlah momentumnya. istilah lama >hadapi, hayati, nikmati setiap prosesnya. Ortu juga tidak pernah melarangku ikut ini itu bahkan tidak pernah mengarahkanku ikut ini itu tapi entah kenapa sampai akhir lpj mereka tidak juga terlalu berkomentar dengan apa yang kulakukan, dan ketika aku tanyakan kenapa begitu? mereka hanya menjawab ‘biarkan saja semuanya berjalan dengan alami, kan udah dewasa jadi udah bisa bedain mana yang baik buruk, penting dan ga penting’ *baru  sekarang mungkin aku mengerti kenapa mereka begitu, sepertinya ortuku belum ‘menegurku’ dengan keras karena mungkin aktifitasku diluar perkuliahan masih di zona yang tepat. Babehku pernah becanda menawariku untuk dibelikan mobil saat kuliah dan dengan serta merta aku tolak ‘ga ah untuk apa beli mobil, orang deket juga ke kampusnya lagian belum terlalu lancar bawanya’ babeh> ‘Babeh cuma ngetes aja jangan serius gitu, kalo dibeliin mobil pasti malah mainnya ke mall kan bukan ke kajian2, lagian mana ada duit babeh buat beliin mobil’ haha nyebelin ga si dengernya. jadi ingetan juga kemaren, setelah dospem 1 ngasih tandatangan, teman perempuanku yang aktif di DPM REMA, badan yang mengawasi kinerja BEM REMA. ceritanya dia mau onlen di pkm untuk keperluan data proposal skripsinya, aku pun ada kepentingan yang sama terkait ke-onlen-an, namun tetibanya di pkm ternyata ada agenda dadakan yang dia sendiri baru tahu >open house BEM SI JABAR di ruang audit FPTK UPI, karena saat ini Upi yang diamanahkan menjadi korwil jabar nya jadi acara open house di panitiakan oleh anak upi, mungkin kalo di Fsldk macam puskomdanya gitu. temenku ini ya serta merta ngajakin orang-orang termasuk aku yang notabene sangat tidak sering berkecimpung di Bem tingkat univ, intinya kadang aku agak ‘lemot’ di siyasi T.T entahlah kurang minat kali ya. sesampainya di audit ternyata sedang berjalan diskusi publik dan kali ini aku cukup mampu menyimaknya,  ga lemot2 amatlah. mungkin untuk urusan BEM tingkat univ ataupun diatasnya macam BEM SI aku suka menanyakannya ke adik cowokku, dan dia sangat welcome menjelaskannya padaku, karena kefahamanku yang masih di ujung kuku aku sangat menyukai diskusi ketika kami semua kembali mudik saat lebaran idhul fitri. yang paling seru itu kalo tanpa disengaja ada aku, adek cowokku, dan babehku buka lapak di ruang tamu, dan dari pihak cowok yang memulai bincang perpolitikan, ini lucu sebenarnya aku sangat tidak tertarik tapi karena statusku yang bukan siswa lagi terkadang memaksa untuk update tentang hal yang begituan. disisi lain aku bersyukur, ketika aku agak kurang menyukai pembahasan ttg ke BEM-an ataupun politik luar negeri tapi entah kenapa Allah mentakdirkanku dikelilingi oleh orang2 yang faham tentang ke-siyasi-an, jadi secara tidak langsung aku cukup tershibgah pemikiran2 mereka :p

entahlah akhir dari tulisan ini aku bingung mau mengungkapkan apa, ternyata ada efek sampingnya juga dari penyelesaian skripsi yaitu penurunan berat badan 😀 *yaelah. dan setelah aku survei ke temen-temenku ternyata sebagian orang mengalami hal serupa walau tidak semuanya. bahkan yang lucunya, aku kadang suka lupa apakah aku udah sarapan atau belum jadi suka  kejadian tuh yang namanya menjamak makan pagi dengan siang di jam 11 😀 *rukhsah lah ya. sepertinya ini metode yang bagus untuk program diet dan aku pribadi harus segera merutinkan olahraga dan makanan yang bergizi terutama zat besi supaya HB tetap bagus, tensi normal dan menaikkan berat badan minimal naik 2 kilooo aja udah seneng da *saat ini masih ajeg di 49 karena bentar lagi jadwalnya maen ke pmi, tapi sepertinya untuk pemenuhan zat besi aku ga akan makan besi, paku, etc

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s