tulisannya Zizah

waktu menunjukkan pukul 1:08 AM, disela-sela nyekrip revisian, (lagi-lagi) saya meng klik kanan-refresh, tapi untuk kali ini bukan menuangkan tulisan sendiri melainkan ngopas dengan oke tulisannya Nur Azizah Rohmatika, ketua BPDa Gamais ITB. Dari 9 ketua BPDa (Badan Pekerja Puskomda) yang ada di Puskomda Baraya hanya 2 BPDa yg dipimpin oleh perempuan, satu lg UKDM UPI, Umdatus Shalihah. aku tidak mau menyebut mereka akhwat tangguh karena mereka bukan beton, mereka sama saja kodratnya seperti wanita yang lain, lemah, berperasaan & berperangai ala wanita, dan sampai kapanpun tidak akan bisa mengalahkan pria kalo ajangnya adu kekuatan. tapi yang terpenting di momen kali ini (dalam hal ini membantu LDK dampingannya) seorang wanita harus sedikit bersifat mudzakkar sehingga akan menghancurkan kaidah murokkab di bahasa arab yang mengakibatkan seorang wanita dikenal dengan istilah akhwat tangguh, sekali lagi aku sangat tidak suka dengan istilah ‘akhwat tangguh’. itu mengerikan sob ūüėÄ akhwat mah kudu shalihah, ya ga? *feel free

okeh langsung saja inilah tulisannya..cekidot…

Sepenggal Inspiratif Buah Silaturahim LDK KMI ILMAN HADIID POLMAN Bandung ‚Äď Gamais ITB¬†

Sabtu, 21 September 2013. Hari ini Gamais ITB jaulah ke salah satu LDK binaannya, yaitu LDK KMI ILMAN HADIID POLMAN Bandung. Banyak hal menarik di kunjungan pertama ini, dan mungkin ini juga menjadi momen pertama Gamais ITB berkunjung ke LDK kampus lain. Sudah setahun lebih Gamais ITB tidak pernah jaulah ke LDK kampus lain. Banyak agenda internal, penguatan internal, dan faktor-faktor lain yang mengakibatkan setahun ini Gamais ITB vakum dari kegiatan jaulah ke kampus lain.

LDK KMI (Keluarga Mahasiswa Islam) Ilman Hadiid Polman Bandung, merupakan salah satu LDK yang unik. Unik karena kultur atau budaya kampusnya yang sangat padat dengan jadwal perkuliahan. Unik karena jumlah akhwatnya yang muslim hanya 10% dari jumlah keseluruhan mahasiswa disana. Unik karena dengan usia LDK yang baru 5 tahun sudah menjadi UKM terbaik di kampusnya dalam dua tahun terakhir. Unik karena lembaga dakwah kampus yang sangat dekat dengan pihak rektoratnya sehingga mudah untuk mengagendakan suatu event tabligh akbar dimana menjadi agenda yang wajib untuk mahasiswa muslim disana.

Sedikit cerita singkat tentang sejarah berdirinya LDK yang unik ini. Dulu, Polman belum mempunyai masjid untuk menampung mahasiswa muslim untuk menjalankan ibadahnya. Shalat berjamaah sering dilakukan dilorong-lorong ruangan. Shalat pun terkadang menjadi tidak kondusif. Hingga akhirnya, ada salah satu dosen Polman yang baru pulang dari Swiss, berinisiatif untuk membangun masjid yang mampu menampung mahasiswanya untuk menjalankan shalat. Awalnya dibuat satu lantai, namun ternyata satu lantai itu masih belum bisa menampung jumlah mahasiswa muslim disana. Hingga akhirnya masjid tersebut direnovasi menjadi dua lantai, dimana lantai bawah digunakan untuk ikhwan dan lantai atas untuk akhwat. Masjid tersebut diberi nama masjid Ilman Hadiid. Uniknya lagi, pengurus masjid atau sering disebut DKM, bukanlah mahasiswa melainkan para dosen. KMI hanya sebagai pelaksana dan bertugas untuk merawat masjid itu tetap bersih. Segala fasilitas masjid disediakan oleh para dosen yang menjadi DKM. LDK KMI sendiri baru ada di tahun 2008 dan sumber dana kegiatan berasal dari DKM.

Kepengurusan LDK KMI Ilman Hadiid ini berganti setiap satu tahun sekali dan untuk sekarang dipegang oleh 2011 atau mahasiswa tingkat akhir disana. Selama kepengurusan banyak proker yang dijalankan, seperti latihan dasar kepemimpinan Islam, ta’lim umum yang diselenggarakan setiap hari kamis dan terbuka untuk umum, agenda keputrian seperti kajian dan lain-lain yang diselenggarakan setiap hari jumat, bakti sosial berupa memberikan bimbingan belajar buat anak-anak yatim sejumlah 55 anak yang tinggal di sekitar kampus Polman, yaitu RW 6 sampai RW 8.  Selain bimbel, agenda bakti social ini juga meliputi games anak-anak, pengenalan kampus dengan diajak ke teater umum miliki Polman, buka puasa bersama, taraweh bersama, dan bimbel yang diberikan pun selain ilmu-ilmu agama juga diberikan ilmu umum seperti matematika, fisika, dan kimia. Agenda bakti social ini sudah berjalan kurang lebih satu setengah bulan, sudah sekitar 6 kali pertemuan.

Selain itu, terdapat juga program kerja pelatihan nasyid, latihan persiapan seperti kaligrafi dan lain-lain untuk mengikuti MTQ Nasional di Padang bulan Agustus kemarin, tadabur alam dengan agenda jalan-jalan ke Tahura, dan ada beberapa proker yang masih tersendat atau belum berjalan, yaitu bedah buku, pelatihan bahasa arab, dan idul adha. Untuk idul adha sendiri baru sekedar publikasi saja dan masih dalam masa persiapan. Untuk bedah buku yang menyebabkan agenda ini tersendat adalah pemateri yang akan diundang di acara ini. Rencana awal dari LDK KMI akan mengundang pak Habibie, namun belum mendapat respon dari beliau. LDK KMI juga pernah mengadakan kunjungan ke Boscha di Lembang dan lumayan banyak pula yang ikut.

Subhanallah, luar biasa untuk LDK yang berusia 5 tahun sudah mampu membuat perencanaan-perencanaan yang luar biasa dan pencapain-pencapaian yang juga luar biasa. Namun, ternyata dibalik itu masih terdapat problem yang belum terselesaikan hingga sekarang. Problem yang KMI hadapi sekarang adalah tiga hal, (1) jumlah akhwat yang hadir di setiap agenda ta’lim KMI masih sangat sedikit, (2) kaderisasi, dakwah kampus masih  sulit, dimana agenda ta’lim KMI yang datang hanya pengurus-pengurus KMI sendiri, (3) sisi eksternal yaitu eksistensi LDK KMI yang masih kurang. Ketiga problem tersebut disebabkan oleh kegiatan perkuliahan yang sangat padat, dari hari senin-jumat kuliah pukul 07.00 sampai 16.00. Selain itu, tugas dan laporan praktikum yang sangat berat untuk mahasiswa D3 berbagai jurusan di Polman.

Beberapa BPH Gamais ITB yang menghadiri agenda jaulah ini berusaha menjawab dan mencoba memberikan solusi dari berbagai problem yang mereka hadapi. Untuk problemyang pertama, jumlah akhwat yang mengikuti ta’lim KMI sangat sedikit sebenarnya perlu dikembalikan lagi pada metode yang diberikan. Mungkin perlu ada metode baru untuk menangani hal itu, dan metode baru itu bisa kita galih dari obyek dakwah kita, ide-ide bisa kita cari lewat kuesioner ke massa kampus. Dari kuesioner itu kita akan mengetahui sebenarnya apa yang dibutuhkan massa kampus dan kita bisa memberikan pelayanan yang terbaik untuk mereka terutama para akhwat. Selain itu juga, lihat juga segi keberjalanan mentoringnya, yang ternyata untuk akhwat di Polman ini masih sangat sulit mendapatkan mentor. Kegiatan mentoring akhwat belum berjalan. Pengurus KMI akhwat sendiri hanya segelintir orang yang halaqoh. Hal ini juga akan menjadi tugas Gamais ITB untuk membantu menyediakan mentor akhwat.

Untuk problem yang kedua, yaitu kendala pada kaderisasi. Tanggapan Fathy, kepala Biro Kaderisasi (BK) Gamais ITB berpendapat bahwa point penting suatu kaderisasi adalah bagaimana mempersiapkan orang menjadi kader untuk kebermanfaatan Islam. Ada beberapa hal yang bisa kita manfaatkan di kampus. Mahasiswa baru secara karakter mudah diajak dan sifatnya nyari tau, manfaatkan momen awal mahasiswa baru masuk ini dengan mencoba membuat agenda yang menarik untuk mahasiswa baru. Pendaftar Gamais ITB yang setiap tahun lumayan banyak, karena ada event PMB, masa impresi untuk mahasiswa baru. Oleh karena, KMI bisa juga mencoba dengan metode seperti itu. Karena dengan banyaknya yang masuk KMI, kader pun akan semakin banyak, dan yang datang ta’lim pun akan semakin banyak. Kegiatan impresi awal ini, bisa juga bekerjasama dengan rektorat, misalnya bikin agenda yang mewajibkan setiap mahasiswa baru ikut dengan KMI yang menjadi pelaksananya, seperti tabligh akbar yang pernah dijalankan. Selanjutnya untuk agenda bedah buku, terus coba kontak pak Habibie-nya salah satunya bisa lewat twitternya.

Untuk¬†problem¬†yang ketiga, yaitu eksistensi LDK KMI yang masih kurang di sisi eksternal. Fidhoh, wakil kepala biro kaderisasi mencoba menanggapi, ‚ÄúKMI¬†kan¬†baru 5 tahun berdiri, mungkin lebih baik untuk perkuat internalnya terlebih dahulu¬†aja, dari sisi kepengurusan, web/blog, ramaikan media social, bentuk acara yang disesuaikan dengan ketertarikan jurusan, pemateri utamakan dari dosen-dosen di jurusan, figur-figur seperti tokoh kampus yang sudah sukses dan merupakan alumni KMI‚ÄĚ.

Setelah diskusi tentang berbagai hal permasalahan yang dialami LDK KMI, dilanjutkan dengan sharing dari Gamais ITB yang diawali oleh pertanyaan salah satu pengurus LDK KMI yang menanyakan apa bedanya Gamais dengan HATI, dan apakah Gamais merupakan unit Salman. Gamais ITB merupakan unit agama di kampus, sedangkan MATA, KARISMA, dan PAS merupakan unit salman dan HATI itu merupakan unit kajian Islam di kampus.

Gamais punya pendekatan syiar yang khas, syiar itu sifatnya melayani, yang kita bawa ini tidak jauh dari keinginan mahasiswa, pendekatan di Gamais bukan dengan eklusifitas tapi inklusifitas. Di dalam Gamais sendiri yang mengurusi syiar itu ada di sektor SPDK, yang bekerjasama juga dengan BK (biro kaderisasi), memberikan inspirasi Islam, orang yang benar-benar¬†ga tau¬†Islam menjadi tersentuh dengan Islam, contohnya acara-acara Gamais banyak juga agenda yang diadakan di jurusan-jurusan,¬†ga cuma¬†agenda pusat, di wilayah mempunyai potensi yang tinggi karena sesuai dengan kecenderungan tiap fakultas, ta’lim yang diadakan sesuai objek dakwah. Dari situ, banyak yang tertarik akan gamais, banyak simpatisan, tertarik ikut kepanitian di Gamais, dan dari Gamais memberikan banyak fasilitas seperti bakti sosial, kaderisasi awal, atau seperti imss dan lain-lain, dari simpatisan itu banyak yang ikut kepanitian di Gamais, setelah itu dilakukan penjagaan kader simpatisan dan dibuka magang untuk masuk dalam kepengurusan di Gamais, memberikan beberapa pilihan fasilitas, buat aktivitas di Gamais itu dianggap inspiratif bagi simpatisan.

LDK KMI pun mencoba untuk menginklusifkan diri, mencoba untuk mengadakan agenda di tiap jurusan, dan mencoba untuk mengundang pemateri yang luar biasa untuk tiap ta’limnya sehingga tidak jenuh. Sistem mentoring akhwat pun direncanakan untuk dibuat perkelompok sesuai minat, agenda akhwat tiap jumat yang sudah baik, perkuat sehingga pemahaman berdakwah akan mulai tinggi, setelah itu mulai dengan kaderisasi, buat acara kepanitian dimana akhwat-akhwat diluar pengurus menjadi pelaksana, bentuk suasana kaderisasi disaat naik turunnya semangat kepanitian.

Indahnya silaturahim, perkuat ukhuwah dan berbagi untuk kebermanfaatan umat.

‚ÄúBarangsiapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali persaudaraan‚Ä̬†(H.R. Bukhari-Muslim).

daftar pustaka: Rohmatika, Nur Azizah. (2013). Sepenggal Inspiratif Buah Silaturahim LDK KMI ILMAN HADIID POLMAN Bandung ‚Äď Gamais ITB [Online]. Tersedia: https://www.facebook.com/notes/nur-azizah-rohmatika/sepenggal-inspiratif-buah-silaturahim-ldk-kmi-ilman-hadiid-polman-bandung-gamais/655526384466603. [September 22 2013]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s