Pengamen arab

Menjelang ashar saya beli makanan di salah satu food court gerlong, ceelah food court padahalmah warung ayam penyet biasa. Jadi ceritanya ada pengamen berperawakan bapak2 pake gitar kecil dan pas saya perhatiin gitar kecilnya, tertempel stiker partai keren sekali yang akhir2 ini lagi ngartis di tipi. Ketika bapak itu mulai menghampiri saya, (yang kebetulan di tas ada receh), pikirku kali ini recehnya agak dibanyakin ah soalnya bapak itu udah bantu syiar partai di gitarnya pake stiker tadi 😀 bukan maksud saya sombong… bukan, entahlah ada rasa syukur dan bahagia saja ketika melihat bapak itu nyanyi, walaupun suara saya sendiri lebih pals dari iwan fals tapi saya tipikal orang yang sangat menghargai pengamen jalanan, banyak lo suara mereka yang keren dengan nada oktaf 9 melebihi anggunnya suara gita gutawa 😀 tapi ada juga suara yang kayak kaleng rombeng, hehe peace. Mungkin karena selama ini bercokol di fakultas bahasa dan seni jadi secara tidak langsung saya menyukai dan mulai memahami kesenian orang2 mulai dari syair sampai suara orang. (Lagak lu)

nah biasanya saya suka kasih uang sedikit lebih banyak  bagi yang suaranya oke, ataupun permainan musik nya memukau kayak biola, gitar etc

setelah saya ngasih recehan, bapak itu bilang ‘jazakallahu khair geulis’ sedetik saya masih bengong dan mikir ‘ttt…tadi bbbb…bapak itu, pppp…pake bbbb….bahasa arab yaa [?] saya…saya…jurusan apaaaaaaaaaaa? et dah apakah ucapan jazakallah sekarang sudah menjadi kata serapan bahasa indonesia ya? *loading….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s